Tridayanews.id|NGANJUK – Tradisi bersih desa atau Nyadran di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk berlangsung sangat meriah dan spektakuler. Rangkaian acara adat tahunan ini telah dimulai sejak Kamis (14/5/2026) yang diawali dengan tradisi sedekah bumi atau kirab hasil bumi. Selanjutnya, pada hari Jumat (15/5/2026), kegiatan difokuskan pada ritual doa bersama di Punden Mbah Gedong, sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada Sabtu (16/5/2026). Acara ini sukses menyedot perhatian ribuan warga berkat kolaborasi apik antara pelestarian budaya lokal dan hiburan modern.
Kegiatan puncak Nyadran yang dimulai tepat pukul 14.30 WIB ini dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Camat ngronggot, Muhamad Makrup, S.Sos., M.M., bersama kepala desa klurahan, Suhadi. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Polsek Ngronggot, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pemuda karang taruna desa setempat.
Acara tahun ini terbilang istimewa karena menyuguhkan parade sound system berskala besar (sound horeg) sebanyak 20 unit dari berbagai komunitas yang berkolaborasi langsung dengan kesenian tradisional. Sebanyak 6 grup jaranan lokal tampil memukau menghibur warga, di antaranya, Merpati Putro,Wijoyo Saputro,Sri Wijoyo Mudo,New Panji Saputra, Panji Saputra, Rogo Wanoro Putro.
Kepala desa klurahan, Suhadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga yang telah bergotong-royong menyukseskan acara ini. Menurutnya, Nyadran bukan sekadar pesta rakyat, melainkan bentuk rasa syukur kolektif kepada Tuhan Yang Maha Esa.
”Kegiatan bersih desa atau Nyadran ini adalah warisan leluhur yang harus tetap kita jaga. Kehadiran 6 grup jaranan asli daerah ini adalah bukti bahwa pemuda kita masih mencintai budayanya. Kami berharap, melalui momentum ini, kerukunan warga desa klurahan semakin erat dan membawa keberkahan bagi sektor pertanian serta kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Suhadi di sela-sela acara.
Sementara itu, Camat ngronggot, Muhamad Makrup, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas panitia yang berhasil memadukan unsur tradisi jaranan dengan tren sound yang tengah digandrungi generasi muda saat ini.
”Saya sangat bangga melihat antusiasme warga desa klurahan. Acara hari ini sangat spektakuler dan terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi UMKM setempat. Kolaborasi antara jaranan dan komunitas sound system ini luar biasa. Namun, yang paling utama adalah kondusifitas. Terima kasih kepada pihak Polsek dan seluruh warga yang menjaga acara ini tetap aman, tertib, dan menghibur,” ungkap Muhamad Makrup sebelum memberangkatkan peserta parade.
Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan sukses. Gemuruh sound yang berpadu dengan ritme dinamis musik jaranan sukses memberikan tontonan yang menghibur, sekaligus mengukuhkan komitmen desa klurahan dalam melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.(di)


















