banner 400x830

Disambut Ribuan Warga dan Buruh, Presiden Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

banner 120x600
banner 468x60

 

Tridayanews.id|NGANJUK – Janji yang diucapkan dua tahun lalu di hadapan buruh Indonesia kini menjadi nyata. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk untuk meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah pada Sabtu (16/5/2026).

banner 325x300

​Fasilitas ini didirikan sebagai simbol penghormatan tertinggi negara atas perjuangan kaum buruh dan rakyat kecil. Kedatangan Kepala Negara pun disambut antusias oleh ribuan warga setempat serta elemen buruh yang memadati lokasi acara.

​Presiden Prabowo tiba di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengendarai mobil taktis Maung buatan Pindad. Sepanjang rute perjalanan, lambaian tangan dan sorak-sorai ribuan warga yang berbaris rapi menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, menciptakan atmosfer kebanggaan tersendiri di Bumi Anjuk Ladang.

​Tak hanya masyarakat lokal, ribuan buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam sejumlah konfederasi juga turut hadir. Mereka sengaja datang untuk menyaksikan momentum bersejarah penghormatan terhadap tokoh pejuang buruh nasional tersebut.

​Sebelum menandatangani prasasti peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah, Presiden Prabowo menyempatkan diri untuk berziarah ke makam almarhumah serta berkunjung ke kediaman keluarga Marsinah yang terletak hanya beberapa meter dari lokasi museum.

​Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa takjub atas berdirinya museum ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran museum ini merupakan wujud dedikasi negara terhadap sejarah pergerakan buruh.

​”Kita dapat berkumpul pada pagi hari ini untuk melaksanakan peresmian sebuah museum yang didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh. Ini saya kira mungkin peristiwa langka, luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tetapi tolong dicek, mungkin pasti ada, tetapi peristiwa ini langka,” ungkap Presiden.

 

​Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa museum ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan keadilan.

 

​”Perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan semua mereka,yang ada di pihak yang lemah, orang-orang yang miskin, dan tak punya kekuasaan serta kekuatan,” tegasnya.

Kiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Kanan Presiden Prabowo Subianto. 

​Senada dengan Presiden, Bupati Nganjuk, Drs. Marhaen Djumadi, A.Md., S.H., M.M., M.B.A., menyambut momentum ini dengan penuh semangat. Pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini menyatakan bahwa kehadiran Museum Marsinah menempatkan Nganjuk sebagai penjaga api sejarah perjuangan bangsa.

 

​”Hari ini di Nganjuk, kita tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjaga sejarah agar tetap hidup. Museum Marsinah menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa perjuangan, keberanian, dan keberpihakan pada rakyat kecil tidak boleh dilupakan,” ujar Kang Marhaen.

​Merespons agenda bersejarah ini, Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk, Impi Yusnandar, S.Sos., S.H., M.H., M.AP., M.M., turut memberikan pandangannya. Ia menilai kedatangan Presiden ke Kabupaten Nganjuk merupakan bentuk apresiasi konkret negara terhadap tokoh pahlawan buruh nasional yang lahir dari rahim Nganjuk.

​”Kedatangan Presiden ke Kabupaten Nganjuk adalah suatu apresiasi besar negara pada tokoh pahlawan buruh nasional asal Nganjuk. Kami juga sangat mengapresiasi peran daerah, khususnya sebagai fasilitator terselenggaranya peresmian museum tersebut,” ujar Impi Yusnandar.

​Lebih lanjut, Impi menjelaskan bahwa perhatian dan apresiasi pusat kepada Kabupaten Nganjuk saat ini terwujud lewat berbagai sektor strategis.

 

​”Apresiasi negara pada Kabupaten Nganjuk ini multi-aspek. Selain berhasil menjadi fasilitator terbangunnya Museum Marsinah yang ditetapkan sebagai pahlawan buruh nasional, Nganjuk sebelumnya juga dinilai sukses di sektor ketahanan pangan, salah satunya melalui keberhasilan panen raya kedelai lokal guna mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya menambahkan.

​Dalam kunjungan kerja bersejarah ini, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran pejabat tinggi negara, tokoh buruh, serta jajaran Forkopimda, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Kapolri)Jenderal TNI Agus Subiyanto (Panglima TNI)Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan)Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet)Andi Gani Nena Wea (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / KSPSI)Irjen Pol. Nanang Avianto (Kapolda Jawa Timur)Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur,dan Drs. Marhaen Djumadi sebagai,bupati nganjuk.

​Peresmian ini diharapkan dapat menjadi simbol nyata penghormatan negara atas perjuangan kaum buruh, sekaligus menjadi ikon sejarah serta destinasi edukasi baru yang membanggakan bagi Kabupaten Nganjuk.(di)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *