banner 400x830

Panglima TNI Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan Nasional Pada Panen Raya Kedelai di Nganjuk

banner 120x600
banner 468x60

 

Tridayanews.id|NGANJUK – Kabupaten Nganjuk mempertegas posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui gelaran panen raya kedelai ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, bersama jajaran pejabat tinggi negara, TNI, pemerintah daerah, serta kelompok tani setempat.

banner 325x300

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap penguatan program ketahanan pangan yang tengah digencarkan pemerintah.

​Dalam sambutannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Kodam V/Brawijaya, TNI AL, Pemerintah kabupaten nganjuk, dan para petani yang telah berhasil menyukseskan program ini.

​Beliau menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor agraria bukan sekadar pendampingan, melainkan upaya strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

​”Keberhasilan di Kabupaten Nganjuk ini akan menjadi pilot project yang akan diimplementasikan ke wilayah lain, seperti Banyuwangi dan daerah lainnya. Kami berharap program ini terus berkembang di seluruh jajaran TNI demi mendukung kemandirian pangan nasional,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.

​Panglima TNI juga menyoroti tantangan besar dalam produksi kedelai dalam negeri. Berdasarkan data terkini, kebutuhan Nasional,2,6 juta ton per tahun.

​Produksi Lokal,270 ribu ton per tahun.Ketergantungan Impor,Mencapai 90% untuk memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe.

​Melalui sinergi lintas sektoral ini, pemerintah dan TNI menargetkan pencapaian swasembada kedelai secara bertahap. Strategi yang diusung meliputi perluasan lahan tanam, pendampingan teknis bagi petani, serta peningkatan produktivitas hasil panen.

​Acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok tani dan pihak-pihak yang berkontribusi signifikan dalam keberhasilan pertanian di Nganjuk. Sinergi antara TNI, kementerian terkait, dan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

​Semangat kebersamaan yang tercipta di Nganjuk diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk mengoptimalkan sektor pertanian, demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara pangan.(di)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *