Tridayanews.id|NGANJUK – Pemerintah Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menggelar tradisi tahunan Nyadran dan Bersih Desa yang ke-147 pada Kamis (14/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga dari berbagai dusun.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Khatmil Qur’an dan doa bersama untuk para leluhur. Puncak acara hari ini ditandai dengan Kirab Budaya, di mana warga mengarak gunungan hasil bumi menuju tempat punden keramat desa.
Kepala Desa Klurahan Suhadi, menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam prosesinya, rombongan melakukan ziarah atau nyekar ke dua punden utama, yakni Punden Mbah Soreng dan Punden Mbah Gedong.
”Tahun ini ada sedikit perbedaan teknis terkait gunungan hasil bumi. Jika biasanya gunungan diperebutkan di area dalam punden, sekarang kita tempatkan di sepanjang jalan menuju makam atau punden. Hal ini kami lakukan demi faktor keamanan dan kenyamanan warga, mengingat lokasi punden yang cukup terbatas,” ujar orang nomer satu di desa tersebut.
Beliau juga menambahkan bahwa terdapat 9 gunungan yang merupakan partisipasi murni dari seluruh RT di lingkungan klurahan. “Kami berharap acara Bersih Desa ini terus berkesinambungan dan tahun-tahun depan bisa digelar lebih semarak lagi sebagai ajang pelestarian budaya lokal,” imbuhnya penuh harap.
Kebanggaan dan kebersamaan,kemeriahan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat.Salah satu warga yang ikut serta dalam iring-iringan kirab, menyatakan rasa bangganya terhadap tradisi yang sudah turun-temurun ini.
”Kami merasa senang dan bangga. Meskipun aturan perebutan gunungan tahun ini diatur di jalanan, itu tidak mengurangi rasa syukur kami. Justru jadi lebih tertib dan semua warga bisa kebagian melihat dengan jelas. Ini adalah bentuk gotong royong kami sebagai warga RT untuk menyumbang hasil bumi terbaik,” ungkapnya.
![]()
Senada dengan itu,Sulasmiyati, warga lainnya merasa bersyukur acara ini kembali digelar dengan meriah. “Bagi kami, ini bukan sekadar pesta, tapi doa agar desa kami tetap aman, tentram, dan hasil taninya melimpah,” tuturnya.
Agenda Selanjutnya,Rangkaian bersih desa Klurahan Ngronggot ke-147 tidak berhenti di sini. Setelah kirab budaya hari ini, rencananya pada hari Sabtu mendatang akan digelar acara Carnival Sound sebagai hiburan penutup bagi masyarakat.
Diharapkan dengan adanya perpaduan antara ritual sakral dan hiburan rakyat ini, hubungan antar warga semakin erat dan nilai-nilai luhur desa tetap terjaga di tengah arus modernisasi.(di)


















