Tridayanews.id|Nganjuk – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat. Fokus utamanya adalah mewujudkan sistem pendidikan yang tidak hanya bermutu, tetapi juga berkelanjutan dan relevan dengan tantangan zaman.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (07/05/2026). Ia menyatakan bahwa memajukan kualitas pendidikan bukanlah tugas tunggal pemerintah atau sekolah semata.
“Untuk mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermutu, dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas berkelanjutan. Ini adalah tanggung jawab kolektif mulai dari orang tua, masyarakat, hingga komite sekolah,” ujar Puguh.
Puguh menyoroti tantangan global di era digitalisasi yang semakin kompleks. Saat ini, akses informasi terbuka lebar bagi siapa saja, mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa. Hal ini membawa risiko tersendiri jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat.
“Anak-anak bisa mengakses apa pun di internet. Di sinilah peran krusial orang tua diperlukan. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada sekolah, karena durasi waktu anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan rumah dan keluarga,” tambahnya.
Dari sisi manajerial, Puguh menjelaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan pendidikan meski di tengah era efisiensi. Di Kabupaten Nganjuk, alokasi anggaran pendidikan bahkan telah melampaui mandat regulasi nasional.
Mandat Regulasi,20% dari APBN/APBD.Realisasi Nganjuk,Lebih dari 20% dialokasikan untuk sektor pendidikan.Sejalan dengan dukungan anggaran tersebut, Puguh mendorong para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas diri (personality development). Ia menyarankan agar para guru menyisihkan sebagian tunjangan profesi untuk pengembangan kompetensi.
“Pemerintah berkomitmen menyejahterakan guru melalui gaji dan tunjangan. Sebagai timbal balik, kami berharap minimal 10% dari tunjangan tersebut dialokasikan guru untuk pengembangan diri secara mandiri,” jelasnya.
Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Generasi Emas 2045, dengan melahirkan SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Prestasi siswa-siswi di Kabupaten Nganjuk pun terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 243 siswa jenjang SMP di Nganjuk berhasil mendulang prestasi di tingkat provinsi hingga nasional, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang tepat. Dengan kolaborasi yang konsisten, kita optimis pendidikan di Nganjuk akan semakin melesat,” pungkas Puguh. (di)



















