Tridayanews.id|NGANJUK – Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk tengah menyiapkan langkah strategis untuk melakukan penggabungan atau merger terhadap puluhan lembaga pendidikan. Sebanyak 52 Sekolah Dasar (SD) kini masuk dalam radar pemetaan, bahkan jumlah tersebut diprediksi bisa bertambah.
Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), satu sekolah negeri di wilayah Kertosono juga direncanakan akan mengalami hal serupa.
Kebijakan ini diambil sebagai upaya efisiensi pengelolaan pendidikan serta merespons tantangan menurunnya jumlah calon peserta didik di sejumlah wilayah secara signifikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto,saat di temui awak media Jumat,24/4/2026,mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah menyusun peta sebaran sekolah yang akan terdampak merger. Pemetaan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek krusial.

”Kami melakukan pemetaan mendalam yang mencakup lokasi sekolah, jumlah siswa yang ada, ketersediaan tenaga pendidik, hingga kondisi sarana dan prasarana penunjang lainnya,” ujar Puguh.
Dalam rencana tersebut, sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang minim akan digabungkan dengan sekolah terdekat yang dinilai lebih representatif dan memiliki fasilitas lebih memadai. Untuk memastikan kebijakan ini berjalan tepat sasaran, Dinas Pendidikan telah menerjunkan dua tim khusus untuk melakukan verifikasi dan pendataan di lapangan.
Langkah ini dianggap perlu agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan distribusi guru lebih merata.
Data Satuan Pendidikan di Nganjuk
Berdasarkan data terkini dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk yang mengampu jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, komposisi sekolah di wilayah tersebut meliputi:
SD Negeri: 573 sekolah
SD Swasta: 36 sekolah
SMP Negeri: 54 sekolah
SMP Swasta: 38 sekolah
Dengan total ratusan lembaga tersebut, merger diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas dan standarisasi pendidikan di Kabupaten Nganjuk.(di)


















