Tridayanews.id|Nganjuk-Infrastruktur jalan merupakan hal yang teramat vital dalam kehidupan sehari-hari, karena jalan adalah salah satu sarana memperlancar segala kegiatan sehari-hari, namun sayang hampir 50 persen lebih jalan yang ada di Indonesia banyak yang rusak ataupun berlubang.
Dengan tingkat curah hujan yang tinggi jalan yang sudah berlubang tentu akan semakin parah. Belum lagi lubang yang tergenang oleh air hujan, tentu sangat membahayakan para pemotor yang melintas.
Sama halnya dengan jalan yang ada di dusun Bandung lor desa Betet kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk, sudah hampir 15 tahun jalan yang rusak tidak kunjung diperbaiki. Melihat hal ini warga menjadi geram, dan sebagai bentuk protes warga beramai-ramai menanam pohon pisang dijalan berlubang tersebut bahkan ada yang melepas ikan lele di kubangan tersebut. Dan Alhamdulillah ulah masyarakat yang viral tersebut membuahkan hasil serta langsung direspon oleh Bupati Nganjuk.
Aksi Protes Warga Desa Betet.
Senin, 2 Maret 2026 Bupati Nganjuk Marhaen Djumandi beserta tim dari PUPR langsung mendatangi lokasi tersebut
“Alhamdulillah, kita bisa langsung lihat kondisi jalan yang sempat viral, kalau jalan sampai seperti ini saya juga mendukung kalau ditanami pohon pisang, karena memang separah ini, mengingat dana desa sudah habis jadi ini kita carikan solusi lain. Masalah ini harus diambil alih Pemkot, tapi nanti ada penanganan darurat dulu, mengingat waktu sudah mendekati lebaran.” Ucap Marhaen tersenyum.
Warga Beramai-ramai Menebar Ikan Lele dan menanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes.
Noto Prayitno selaku koordinator masyarakat setempat juga memaparkan kalau sering terjadi orang jatuh di jalan tersebut.
“Jalan ini rusak sudah hampir 15 tahun, kami sudah capek dengan janji-janji yang diberikan oleh Bu lurah, dan kalau jalan ini tetap tidak diperbaiki kami semua tidak akan membayar pajak lagi.” Tegas yitno berapi-api
Semoga jalan rusak yang ada didusun Bandung tersebut segera diperbaiki, mengingat sebentar lagi arus mudik lebaran dan jangan sampai jalan berlubang ini memakan korban lagi.(di)