Tridayanews.id|Nganjuk-Pembangunan infrastruktur desa merupakan salah satu faktor krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan tentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Infrastruktur selain jalan, drainase juga merupakan hal vital yang jika keberadaanya tidak diutamakan tentu akan berdampak parah terhadap jalan itu sendiri.
Karena tanpa drainase, disaat musim penghujan tanpa kita sadari genangan air dijalan berpotensi merusak jalan itu sendiri.
Sama halnya dengan drainase yang ada di dusun Sumberjo desa Ngringin kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk, warga RT 01 RW 10 dan warga RT 03 serta RT 04 RW 09, secara sukarela mengumpulkan dana pribadi untuk memperbaiki drainase yang memang sudah banyak yang tertutup dan bahkan sudah tidak efektif lagi.
Dengan berbekal dana sukarela dari warga sebesar Rp 1.960.000, pembangunan serta pembenahan drainase dilaksanakan mulai Senin pagi tanggal 9 Februari 2026.
Nampak warga begitu antusias saling bantu, kerja sama dan gotong royong.
Minto, salah satu tokoh masyarakat yang sekaligus menjadi salah satu koordinator utama dalam kegiatan ini juga menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini.
“Swadaya kali ini murni inisiatif warga, karena warga juga bosan mengalami kasus yang sama disaat musim penghujan tiba, soalnya hampir semua di dusun Sumberjo ini terpendam banjir dan tentu semua juga tahu dampak dari hal tersebut.” Ujarnya penuh semangat
“Selain membangun saluran baru, kita juga akan menutup saluran yang sudah tidak efektif dan membuka saluran yang sudah tertutup selama bertahun-tahun, jadi kedepannya akan kita buat jadwal rutin pembersihan drainase ini, entah itu 1 bulan sekali, intinya pembangunan yang sudah ada haru kita rawat dan kita jaga.” Pungkasnya tersenyum
Kades Ika Agustina juga merespon baik kegiatan warga Dusun Sumberjo ini dan mengucapkan banyak terima kasih atas swadaya warganya.
“Saya ucapkan banyak terima kasih atas swadaya warga dusun Sumberjo, dan juga mohon maaf sebesar-besarnya karena untuk wilayah di dusun Sumberjo memang belum ada prioritas dalam penggunaan anggaran DD, karena perencanaan dan penetapan prioritas tersebut harus melalui proses musyawarah dusun(modus) yang tentu membutuhkan proses yang panjang.” Jelas Ika Agustina ditempat lain, yang memang hari ini sedang ada dinas luar.
Dan memang inilah salah satu upaya untuk membangun dan merawat insfratruktur yang ada di desa, kalau tidak swadaya kita bisa memalu bantuanJasmas dari DPRD provinsi Jawa Timur, mengingat anggaran DD memiliki aturan dan mekanisme khusus dalam pengalokasian.(di)


















