Tangerang – TridayaNews.id | Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, SDN Tangerang 15 menggelar kegiatan bertajuk “Pagi Ceria” dengan penuh antusias. Kegiatan ini mengusung tema bermain sambil melestarikan budaya melalui berbagai permainan tradisional yang melibatkan seluruh siswa dan guru.

Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi keceriaan anak-anak yang mengenakan pakaian olahraga berwarna cerah. Kegiatan dibuka oleh Kepala SDN Tangerang 15, Farida Safitri R, S Pd SD , yang dalam sambutannya menekankan pentingnya memfasilitasi ruang ekspresi dan bermain anak di tengah era digital.
“Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni, tapi momentum untuk mengingatkan kita semua tentang hak anak untuk bermain, tumbuh dengan gembira, dan mengenal nilai-nilai budaya sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti sejumlah permainan tradisional seperti Congklak, bekel, gobak sodor, Petak umpet, tak jongkok hingga lompat karet. Tidak hanya siswa, para guru pun turut serta memeriahkan suasana dengan bermain bersama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh tawa.

Kegiatan juga diselingi dengan penampilan seni dari siswa, mulai dari Senam KAIH dan menari wonderland bersama , mewarnai bersama hingga yel-yel semangat. Para siswa tampak antusias dan bahagia.
Zalika, siswi kelas 6, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa ikut bermain dan tampil bersama teman-temannya.
“Seru banget! Biasanya main di HP, sekarang bisa coba permainan yang dulu dimainkan sama bapak/ibu guru kita. Ternyata asyik juga!” ungkapnya sambil tersenyum.
Kegiatan “Pagi Ceria” ini merupakan wujud komitmen SDN Tangerang 15 dalam mendukung perkembangan anak secara utuh—baik dari sisi akademik, sosial, maupun emosional—serta mendorong pelestarian budaya lokal lewat aktivitas edukatif yang menyenangkan.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, SDN Tangerang 15 berharap seluruh elemen pendidikan dan masyarakat dapat terus mengedepankan kepentingan dan kebahagiaan anak sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.









Itu kepala sekolah nya bukannya bu Fitri ya min??