Tridayanews.id|Nganjuk, Jawa Timur– Kebakaran hebat melanda sebuah usaha dapur katering milik almarhum Didik di Desa Lambang Kuning, Kecamatan kertosono, kabupaten nganjuk, pada Kamis (21/5/2026) malam. Diduga kuat, amukan si jago merah dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.52 WIB tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Beruntung, kesigapan petugas dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkar) kabupaten nganjuk berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke bangunan lain.
Berdasarkan data yang dihimpun, titik api pertama kali diketahui oleh Ganis, salah satu anggota keluarga pemilik rumah. Saat itu, kondisi aliran listrik di lokasi sempat padam. Ketika aliran listrik coba dinyalakan kembali, kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dari salah satu kamar.
Saat pintu kamar dibuka, kobaran api ternyata sudah membesar. Ganis sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang dipinjam dari toko swalayan Alfamart di depan lokasi. Namun, karena api telanjur membesar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Melihat situasi yang kian tak terkendali, ia berteriak meminta pertolongan warga. Di saat bersamaan, sejumlah karyawan katering yang sedang beraktivitas memasak langsung berhamburan menyelamatkan diri. Mereka panik karena di dalam dapur terdapat tabung gas LPG berukuran 50 kilogram yang letaknya sangat dekat dengan sumber api.Salah seorang warga kemudian bergegas menghubungi Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten nganjuk melalui perangkat desa setempat.
Evakuasi Tabung Gas 50 KG dan pemadaman
mendapat laporan pada pukul 18.52 WIB, petugas Damkar bergerak cepat. Armada dari Pos bantu lengkong dikerahkan dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu sepuluh menit, yakni pukul 19.02 WIB.
Komandan regu beserta personel yang dibantu Relawan Damkar Kertosono, Babinsa, anggota Polsek Kertosono, serta warga sekitar langsung melakukan lokalisir area. Fokus utama petugas selain memadamkan api adalah mengevakuasi tabung LPG 50 kg guna mengantisipasi risiko ledakan besar.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 20.15 WIB.
Kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten nganjuk mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini (Nihil). Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp 30.000.000.
”Petugas di lapangan sudah melakukan penanganan sesuai SOP, mulai dari pemadaman, pendinginan, hingga memberikan imbauan kamtibmas kepada korban dan warga sekitar agar lebih waspada terhadap instalasi listrik. Untuk penyebab pasti kebakaran secara hukum, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” pungkasnya dalam laporan tertulis. (di)


















