banner 400x830

Luput dari Perbaikan, Penjual Gorengan di Nganjuk Berharap Bantuan Rumah Layak Huni

banner 120x600
banner 468x60

 

Tridayanews.id|​NGANJUK – Harapan besar untuk memiliki hunian yang nyaman menyelimuti perasaan Leginten, seorang warga Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia hanya bisa bersabar menanti uluran tangan pemerintah agar rumahnya yang mulai rapuh dapat direhabilitasi.

banner 325x300

​Keseharian Leginten dihabiskan dengan berjualan gorengan di salah satu persimpangan jalan desa setempat. Penghasilan yang tak seberapa itu harus ia putar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beban hidupnya kian berat sejak sang suami tidak lagi mampu bekerja keras akibat kecelakaan hebat yang dialami tiga tahun silam.

 

​Kondisi rumah Leginten saat ini sangat memprihatinkan.

Dinding Terbuat dari bambu (gedek) yang sudah mulai lapuk dan rusak.

​Sanitasi,Memiliki kamar mandi yang jauh dari standar layak kesehatan.

​Struktur, Bangunan secara keseluruhan sudah tidak nyaman dan berisiko bagi penghuninya.

Ibu Leginten Warga Desa Rowomarto,kecamatan Patiarowo. 

“Saya sangat berharap dapat bantuan rehab rumah. Di sini kondisinya sulit, apalagi suami tidak bisa kerja berat. Sementara tetangga-tetangga lain rumahnya sudah bagus karena dapat bantuan. Selama ini sudah sering ada orang datang mendata dan survei, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya.”ucapnya penuh harap saat di temui awak media, Senin 4/5/2026.

 

Sejauh ini, Leginten mengaku baru menerima bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Terkait keluhan tersebut, Kepala Desa Rowomarto, Isnu, memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa pihak Pemerintah Desa (Pemdes) memang belum mengajukan nama yang bersangkutan secara spesifik, namun berjanji akan segera melakukan pendataan ulang.

Isnu Kepala Desa Rowomarto kecamatan Patiarowo. 

​Prioritas Anggaran,adanya efisiensi anggaran membuat Pemdes memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan sektor pertanian.

​Masalah Klasik,masih banyak rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Rowomarto yang belum tertangani.

​Langkah Kedepan,Pemdes akan segera melakukan pendataan untuk diajukan ke dinas terkait agar bantuan bisa segera terealisasi.

“Kami akan segera melakukan pendataan untuk diajukan ke dinas terkait. Kami mengakui masih ada rumah tidak layak di desa ini, namun karena keterbatasan anggaran dan fokus pada infrastruktur serta pertanian, semua belum bisa tuntas. Kami juga berupaya mencari solusi melalui rekanan luar agar kekurangan anggaran ini bisa tercover.”Tutup kades (di)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *