banner 400x830

Tradisi Larung Sesaji Sungai Baduk Nganjuk: Wujud Syukur dan Harapan Baru Pedagang Kuliner

banner 120x600
banner 468x60

 

Tridayanews.id|NGANJUK – Semangat pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur kembali ditunjukkan oleh para pedagang kuliner di kawasan Kali Baduk, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Pada Selasa Pon bulan April ini, mereka kembali menggelar ritual tahunan “Larung Sesaji”.

banner 325x300

​Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Jika biasanya ritual digelar secara rutin pada bulan Maret, kali ini panitia memutuskan untuk mengundurnya ke bulan April guna menghormati kekhusyukan bulan suci Ramadan.

​Prosesi Penuh Makna
Acara dimulai dengan doa bersama yang dilakukan di area lapak pedagang. Setelah itu, para pedagang berbaris rapi mengarak aneka sesaji menuju tepian Sungai Baduk. Sesaji yang disiapkan pun sarat akan simbol, di antaranya:

* ​Ingkung Ayam (Ayam utuh sebagai simbol kesucian).

* ​Pisang Raja.

* ​Dupa sebagai media penghantar doa kepada Sang Pencipta.

​Seluruh sesaji tersebut kemudian diletakkan di atas rakit yang terbuat dari batang pohon pisang dan bambu, lalu dilarung mengikuti derasnya arus Sungai Baduk.

​Sejarah dan Harapan Ekonomi
Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Kali Baduk, Mujianto, menegaskan bahwa tradisi ini telah terjaga secara turun-temurun sejak tahun 2004. Baginya, Larung Sesaji bukan sekadar ritual mistis, melainkan strategi untuk memperkenalkan potensi wisata kuliner Nganjuk kepada masyarakat luas.

​”Intinya kita uri-uri (melestarikan budaya) untuk Kali Baduk dan Pasar Ikan Baduk. Harapannya agar semakin dikenal masyarakat luas dan pelanggan yang datang semakin banyak,” ujar Mujianto.

​Melalui kegiatan ini, para pedagang berharap ekosistem ekonomi di kawasan Kali Baduk terus tumbuh, membawa keberkahan bagi para pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Kabupaten Nganjuk.(di)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *