Tridayanews.id|NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan memberikan kado spesial dalam rangka memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1089 dengan menggelar Aksi Konvergensi Berbasis Aksi Bergizi. Kegiatan ini diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SD Negeri 5 Ngronggot pada Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa serta staf pengajar SDN 5 Ngronggot. Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama, diikuti dengan koordinasi daring melalui Zoom Meeting bersama Bupati Nganjuk, dan ditutup dengan penyuluhan kesehatan.
Kepala Sekolah SDN 5 Ngronggot, Rukmini, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperhatikan kecukupan gizi anak didik, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menekan angka stunting di wilayah Nganjuk.

”Program ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam pemenuhan nilai gizi siswa dan penanganan stunting. Pelaksanaannya pun dipantau langsung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngronggot untuk memastikan standar kesehatannya terpenuhi,” ujar Rukmini saat ditemui awak media di lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, tercatat sebanyak 130 siswa dan staf guru pengajar 12 dan total 142 menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis. Rukmini menegaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan tanpa kendala teknis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

”Penerima MBG mencapai 142 .Sejauh ini tidak ada kendala, semua berjalan sesuai standar. Kami merasa program ini sangat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menjamin asupan nutrisi siswa di sekolah,” tambahnya.
Aksi Bergizi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Melalui penyuluhan yang diberikan, para siswa edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif sejak dini.
Momentum HUT Nganjuk ke-1089 ini diharapkan menjadi titik tolak bagi Kabupaten Nganjuk untuk mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.(di)


















