banner 400x830

SOT Buktikan Transparansi Polri, Polda Sumsel Kendalikan Operasi Mudik Berbasis Data Real-Time

banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG Tridayanews.id

— Polda Sumatera Selatan mencatat 210.915 kegiatan pengamanan secara digital melalui Sistem Operasi Terpadu (SOT) selama periode 13–20 Maret 2026. Melalui sistem ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memantau 1.071 personel secara real-time, menjadikan SOT sebagai fondasi komando modern Polri dalam pengamanan arus mudik nasional.

banner 325x300

Polda Sumsel tidak hanya menggunakan SOT sebagai alat pelaporan. Sebaliknya, institusi ini mengubah SOT menjadi pusat kendali operasi berbasis data.

Melalui SOT, pimpinan dapat:
* Memantau posisi personel secara langsung
* Menganalisis situasi lapangan berbasis data
* Mengambil keputusan secara cepat dan presisi

Selain itu, fitur video call dan voice call memungkinkan pimpinan melakukan pengecekan langsung ke titik pengamanan tanpa jeda.

Dengan demikian, Polda Sumsel menghadirkan sistem komando yang real-time, terintegrasi serta akuntabel

Lebih dari sekadar inovasi daerah, implementasi SOT menunjukkan arah baru Polri dalam membangun pengamanan berbasis digital secara nasional.

Dalam konteks Operasi Ketupat 2026 yang digelar serentak oleh Mabes Polri, Polda Sumsel tampil sebagai pelopor digitalisasi komando lapangan, model transparansi operasional dan benchmark pengelolaan data real-time.

210.915 Kegiatan Bukti Nyata Kerja Lapangan. Selama sepekan, Polda Sumsel mencatat:
* 210.915 total kegiatan
* 210.455 kategori Low
* 459 kategori Medium
* 1 kategori High

Data ini menunjukkan bahwa situasi kamtibmas terkendali, pengamanan berjalan aktif dan masif serta seluruh aktivitas tercatat secara akuntabel.

Polres Lahat mencatat 46.137 kegiatan, tertinggi di jajaran Polda Sumsel.

Selanjutnya:
* Polres Lubuklinggau: 31.177 kegiatan
* Polres Musi Rawas: 22.149 kegiatan
* Polres OKU Timur: 18.852 kegiatan

Distribusi ini menunjukkan bahwa Polda Sumsel:
* Menempatkan personel berbasis kebutuhan wilayah
* Menyesuaikan pengamanan dengan intensitas arus mudik
* Mengelola operasi secara adaptif dan terukur

SOT tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga merekam aktivitas riil personel.

Sebagai contoh Personel Polres OKU Timur melakukan pengaturan lalu lintas di Pos Yan Gumawang, Personel Polrestabes Palembang melaporkan arus lancar di Bundaran Masjid Agung dan juga Personel Polres Banyuasin mengendalikan kepadatan di Simpang Betung.

Seluruh laporan disertai foto, tervalidasi sistem dan dianalisis berbasis AI.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa SOT adalah bagian dari transformasi Polri.

“SOT bukan sekadar aplikasi. Ini adalah sistem komando berbasis data. Saya bisa memantau seluruh personel dan situasi secara langsung. Ini memastikan setiap keputusan diambil secara cepat dan tepat,” tegas Kapolda.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan:

“Dengan SOT, setiap kegiatan tercatat dan setiap personel terpantau. Ini standar baru transparansi dan akuntabilitas Polri dalam pengamanan operasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Call Center 110 yang aktif 24 jam.

Implementasi SOT memberikan dampak langsung Respons petugas lebih cepat, Penempatan personel lebih tepat dan Pengamanan lebih merata.

Selain itu, sistem ini mendorong profesionalisme karena setiap tindakan tercatat, setiap personel terpantau dan juga setiap keputusan berbasis data.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk Mematuhi arahan petugas, Mengikuti update informasi resmi dan Melaporkan kondisi darurat ke 110.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran mudik.

Keberhasilan SOT mencatat lebih dari 210 ribu kegiatan dalam sepekan membuktikan bahwa Polri telah memasuki era digital policing berbasis data real-time.

Melalui implementasi ini, Polda Sumsel tidak hanya mengamankan wilayahnya, tetapi juga menghadirkan standar baru pengamanan nasional, memperkuat transparansi institusi serta membangun kepercayaan publik.

Kapolda Sumsel memastikan bahwa inovasi ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, presisi, dan terpercaya.(Red)

Reporter (M Efendi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *