Tridayanews.id|NGANJUK – Nasib memprihatinkan dialami seorang buruh tani bernama Suleni, warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Selama kurang lebih 15 tahun, Suleni bersama tiga anaknya harus bertahan hidup di sebuah rumah kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Rumah yang ditempati keluarga tersebut terlihat jauh dari kata layak huni. Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu sudah banyak yang lapuk dan berlubang, bahkan sebagian hanya ditambal seadanya menggunakan potongan seng dan papan bekas.
Dari pantauan di lokasi Tim awak media tridayanews.id Sabtu, 7/3/2026.kondisi bangunan rumah tampak tidak lagi kokoh. Atap rumah terlihat tua dan beberapa bagian dinding tampak miring serta rusak. Kondisi ini membuat Suleni dan ketiga anaknya harus hidup dalam rasa khawatir setiap hari, terutama saat hujan dan angin kencang melanda.
Sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu, Suleni mengaku belum mampu memperbaiki rumahnya. Ia hanya bisa bertahan dengan kondisi yang ada demi tetap memiliki tempat berteduh bersama anak-anaknya.
Kondisi ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian dan bantuan, agar Suleni bersama anak-anaknya dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan aman.
Kisah kehidupan Suleni menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan berbagai pihak.(di)


















